Ilmu yang tidak berkah dan nafi’ adalah ilmu yang tidak membawa manfaat bagi pemiliknya, bahkan dapat menjadi sumber kesesatan dan kebinasaan. Salah satu penyebab ilmu tidak berkah dan nafi’ adalah dosa orang tua.
Dalam sebuah riwayat, Imam Ahmad meriwayatkan bahwa seorang laki-laki datang kepada Imam Ahmad dan berkata, saya telah menghafal al-Qur’an, namun saya tidak dapat memahami apa-apa. Imam Ahmad berkata, mohonkanlah ampun kepada Allah dan perbaikilah hubunganmu dengan orang tua (Kitab Az-Zuhd, Imam Ahmad, hal. 123).
Beberapa penjelasan ulama tentang ilmu tidak barokah dan nafi’ yaitu Imam al-Ghazali berkata, Ilmu yang tidak berkah adalah ilmu yang tidak membawa manfaat bagi pemiliknya dan tidak membuatnya lebih dekat kepada Allah. Salah satu penyebab ilmu tidak berkah adalah dosa orang tua (Kitab Ihya’ Ulumuddin, Imam Al-Ghazali, jilid 1, hal. 67).
وقال الإمام الشافعي: “ليس العلم ما حفظ، إنما العلم ما نفع”
Artinya: Ilmu bukanlah apa yang dihafal, tetapi ilmu adalah apa yang bermanfaat (Kitab Risalah, Imam Asy-Syafii, hal. 45).
وقال الإمام ابن القيم: “العلم النافع هو الذي يثمر طاعة الله، ويورث الخشية والخوف من الله”
Artinya: Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang menghasilkan ketaatan kepada Allah, dan membuat pemiliknya takut dan khawatir kepada Allah (Kitab Miftah Dar Al-Sa’adah, Imam Ibnul Qayyim, jilid 1, hal. 123).
Pelajaran penting bagi kita adalah berusaha untuk menjalin hubungan baik dengan orang tua dan guru, memohon ridhonya orang tua dan guru agar mendapatkan ridho Allahu Ta’ala, meminta untuk terus dido’akan, pandai berterima kasih dan berupaya totalitas dalam taat kepada Allahu Ta’ala.
Semoga Allahu Ta’ala mengampuni dosa-dosa orang tua dan kita sebagai anaknya, sehingga ilmu yang kita dapatkan menjadi ilmu yang bermanfaat dan barokah, baik di dunia maupun diakhirat. Amien….
Salam Ta’dzim Kami
M. Hefni Mubarok, M.Pd
Direktur Eksekutif Ma’had Wakaf Al-Izzah – SMP Bina Insan Mandiri Kampus II Baron