Gebangkerep — Dalam rangka menyambut bulan suci Romadhan, keluarga besar Ma’had Wakaf Al Izzah (MWA) Gebangkerep yang terdiri dari para guru dan santri menggelar dauroh kitab :
أسرار الصوم من إحياء علوم الدين
Karya Imam Hujjatul Islam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad al-Ghazali Rahimahullahu Ta’ala.
Kegiatan ini menjadi momentum ruhani untuk menyiapkan hati, bukan sekedar jasad dalam menyongsong bulan penuh berkah. Para guru dan santri duduk dalam majelis ilmu, mengkaji rahasia dan hikmah puasa sebagaimana dijelaskan oleh Imam al-Ghazali dalam karya kitab agung beliau, yakni Ihya’ ‘Ulum al-Dien.
Dalam pembahasan Asrar al-Shoum, Imam al-Ghazali tidak hanya menjelaskan hukum-hukum fikih puasa, tetapi mengungkap dimensi batin dan rahasia spiritual di balik ibadah ini. Tujuan utama pembahasan ini adalah :
- Mengangkat pemahaman umat dari sekedar menahan lapar dan dahaga menuju puasa yang bernilai tazkiyatun nafs (penyucian jiwa).
- Menanamkan kesadaran bahwa puasa adalah sarana mendekatkan diri kepada Allah. Bukan sekedar rutinitas tahunan, melainkan juga untuk menghidupkan kembali ruh ibadah agar tidak kering dari makna dan keikhlasan.
Imam al-Ghazali Rahimahullahu Ta’ala menjelaskan bahwa banyak orang berpuasa, namun tidak semuanya mendapatkan hakikat puasa. Karena itu, beliau mengungkap rahasia puasa agar seorang muslim mampu meraih derajat takwa yang sejati.
Beberapa pokok bahasan penting yang dikaji dalam dauroh ini antara lain:
1. Tingkatan Puasa
Imam al-Ghazali membagi puasa menjadi tiga tingkatan:
– Shoum al-‘Umum (puasanya orang awam): menahan perut dan kemaluan.
– Shoum al-Khusus (puasanya orang khusus): menjaga seluruh anggota tubuh dari maksiat.
– Shoum Khusus al-Khusus (puasanya orang yang sangat khusus): menjaga hati dari selain Allah dan memurnikan niat hanya untuk-Nya.
Pembagian ini menjadi renungan mendalam bagi santri agar tidak berhenti pada level lahiriah semata.
2. Adab dan Sunnah Puasa
Beliau menjelaskan adab berbuka, sahur, menjaga lisan, serta pentingnya memperbanyak dzikir, tilawah, dan sedekah di bulan Ramadhan.
3. Menjaga Anggota Tubuh Saat Puasa
Puasa yang hakiki adalah puasa mata dari pandangan haram, puasa telinga dari mendengar keburukan, puasa lisan dari dusta dan ghibah, serta puasa hati dari riya dan ujub.
4. Rahasia Lailatul Qadar dan Keutamaan Ramadhan
Ditekankan bahwa Ramadhan adalah madrasah ruhani, dan Lailatul Qodar adalah puncak dari perjalanan spiritual seorang hamba.
Melalui dauroh ini, Ma’had Wakaf Al Izzah berharap seluruh santri tidak hanya memasuki Ramadhan dengan kalender, tetapi dengan kesiapan iman dan ilmu. Para guru menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekedar perubahan jadwal makan, tetapi perubahan kualitas hati.
Semoga kajian Asrar al-Ṣhoum ini menjadi wasilah bagi keluarga besar Ma’had Wakaf Al Izzah untuk meraih puasa yang diterima Allah, puasa yang melahirkan ketakwaan, dan Ramadhan yang penuh keberkahan. Amien….