Ma'had Wakaf Al Izzah

Menyambut Tamu Agung dengan Ilmu dan Takwa

Tarhib Ramadhan 1447 HGebangkerep — Keluarga besar santri dan asatidz Ma’had Wakaf Al Izzah menggelar kegiatan Tarhib Ramadhan 1447 H sebagai bentuk persiapan ruhiyah menyambut bulan suci yang penuh keberkahan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan penuh khidmat, menghadirkan tausiyah, doa bersama, serta penguatan komitmen ibadah menjelang masuknya Bulan Ramadhan.

Secara bahasa, tarhib berarti menyambut dengan penuh kegembiraan dan penghormatan. Dalam makna hakikinya, Tarhib Ramadhan bukan sekedar seremoni, tetapi momentum tazkiyatun nafs (pensucian jiwa), memperbaharui niat, serta menata kembali orientasi hidup agar selaras dengan nilai takwa.

Ramadhan adalah bulan pendidikan iman. Ia melatih kesabaran, keikhlasan, kedisiplinan, dan kepedulian sosial. Maka menyambutnya dengan persiapan adalah bagian dari adab terhadap syiar Allah SWT.

Para ulama menegaskan bahwa keberhasilan Ramadhan sangat ditentukan oleh persiapan sebelum memasukinya. Dalam kitab Lathaif al-Ma’arif, Ibnu Rajab al-Hanbali menjelaskan bahwa para sahabat berdo’a enam bulan sebelum Ramadhan agar dipertemukan dengan bulan tersebut, dan enam bulan setelahnya agar amal mereka diterima. Ini menunjukkan betapa agungnya Ramadhan di hati generasi terbaik umat.

Baginda Rasulullah SAW juga bersabda: telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah… (HR. Ahmad bin Hanbal). Hadits ini menjadi dalil bahwa kedatangan Ramadhan adalah kabar gembira yang harus disambut dengan kesiapan iman dan amal.

Dalam karya agungnya Imam Abu Hamid al-Ghazali melalui kitab Ihya’ Ulumiddin, beliau menekankan pentingnya menghadirkan hati dalam setiap ibadah puasa agar tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga lisan, pandangan, dan seluruh anggota badan dari dosa.

Tarhib Romadhan di Ma’had Wakaf Al Izzah menjadi ajang muhasabah bersama untuk meluruskan niat ibadah, menguatkan komitmen tilawah al-Qur’an, meningkatkan semangat qiyamullail, sedekah, dan menata adab, serta akhlak selama bulan suci sebagai spirit dakwah santri. Para santri dipahamkan untuk menjadikan Ramadhan sebagai titik lonjakan kualitas diri dalam hidup dan dakwah, bukan sekedar rutinitas tahunan tanpa perubahan.

Kegiatan ditutup dengan do’a bersama agar seluruh keluarga besar pesantren diberi umur panjang, kesehatan, serta kemampuan memaksimalkan ibadah di Bulan Ramadhan. Semoga Tarhib Ramadhan ini menjadi pembuka keberkahan, dan menjadikan Ramadhan 1447 H sebagai momentum kebangkitan iman, ilmu, dan amal sholih bagi seluruh santri dan kaum muslimin. Aamiin….

 

 

Salam Ta’dzim Kami
M. Hefni Mubarok, M.Pd
Direktur Eksekutif Ma’had Wakaf Al-Izzah – SMP Bina Insan Mandiri Kampus II Baron

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top